Oleh : Galih Saputra Ivan Kolidi, Universita Muhammadiyah Kalimantan Timur
Di tengah derasnya arus budaya global dari musik K-pop, film Korea, hingga tren fashion Barat generasi muda Indonesia sering kali lupa menoleh pada akar budayanya sendiri. Banyak yang hafal koreografi boyband mancanegara, tapi tak lagi mengenal gerak dasar tari daerahnya.
Namun, di tengah derasnya perubahan zaman itu, ada satu tempat di Samarinda yang masih menyalakan semangat untuk mencintai budaya: UPTD Taman Budaya Provinsi Kalimantan Timur.
Selama Oktober 2025, Taman Budaya Kaltim menjadi panggung yang memadukan kreativitas, kebersamaan, dan semangat pelestarian budaya. Melalui berbagai kegiatan seni, lembaga ini berupaya membangun kesadaran bahwa menjadi modern tak berarti meninggalkan tradisi.
Rajut Harmoni dalam Bingkai NKRI
Pada 17 Oktober 2025, halaman belakang Taman Budaya Samarinda menjadi saksi hidup keberagaman Indonesia lewat Pentas Seni Budaya Daerah bertema “Rajut Harmoni Bingkai NKRI.”
Beragam tarian, musik, dan pertunjukan tradisional tampil bergantian, mempertemukan berbagai suku dan budaya di satu panggung kebersamaan.
Plt. Kepala UPTD Taman Budaya Kaltim, Muhammad Herdiansyah, mengatakan bahwa Taman Budaya adalah ruang terbuka bagi siapa pun yang ingin berkarya dan berkontribusi dalam menjaga kebudayaan.
“Kami ingin tempat ini menjadi ruang tumbuhnya kreativitas dan persaudaraan di antara para pelaku budaya,” ujarnya.

Gambar 1. Suasana kegiatan di UPTD Taman Budaya Kalimantan Timur (foto diambil dari akun resmi Instagram @tb.kaltim)
Menghidupkan Kembali Jiwa Tari
Tak berhenti di sana, dari 20 hingga 23 Oktober 2025, Taman Budaya kembali menggairahkan dunia seni lewat kegiatan Pengolahan Tari Tahun 2025. Program ini mengajak pelajar dan masyarakat untuk tidak hanya menari, tetapi juga memahami filosofi di balik setiap gerak tari tradisional, tentang harmoni manusia dengan alam, tentang kebersamaan, dan tentang nilai kehidupan yang diwariskan leluhur.
Dari sinilah muncul kesadaran bahwa seni bukan sekadar hiburan, melainkan jembatan untuk memperkuat identitas bangsa di tengah derasnya arus budaya global.

Gambar 2. Suasana kegiatan di UPTD Taman Budaya Kalimantan Timur (foto diambil dari akun resmi Instagram @tb.kaltim)
Festival Kudungga: Antusiasme Anak Muda Menyala
Sebagai puncak peringatan Hari Sumpah Pemuda, UPTD Taman Budaya Kaltim juga menggelar Festival Kudungga sebuah ajang yang menjadi bukti bahwa anak muda masih punya ruang untuk mencintai dan melestarikan budaya Indonesia. Banyak peserta muda dari berbagai daerah ikut berpartisipasi dalam lomba tari dan seni daerah, dengan semangat tinggi dan dukungan besar dari masyarakat. Hadiah menarik memang jadi daya tarik, tapi yang lebih penting adalah kebanggaan ketika budaya lokal tampil megah di panggung utama.

Gambar 3. Suasana kegiatan di UPTD Taman Budaya Kalimantan Timur (foto diambil dari akun resmi Instagram @tb.kaltim)
Api yang Tak Padami
Menjadi muda di era modern memang penuh tantangan. Tapi budaya memberi arah agar langkah kita tidak kehilangan makna. Melestarikan budaya bukan berarti menolak kemajuan, justru menjadi cara untuk meneguhkan jati diri di tengah perubahan zaman.
Lewat kegiatan sepanjang Oktober ini, UPTD Taman Budaya Kalimantan Timur membuktikan bahwa semangat kebudayaan masih menyala menjadi pengingat bahwa mencintai budaya berarti mencintai Indonesia. Karena di tengah gempuran globalisasi, identitas bangsa hanya akan tetap kuat jika kita, generasi mudanya, tak lelah menari bersama dalam harmoni bernama Indonesia.




