Peran Antropologi dalam Membentuk Pemahaman Multikultural di Sekolah Dasar

Oleh : Saffana Tsalis Ningtyas dan Gita Fajrina Affandi, Mahasiswa Semester 1, Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Pendidikan Ganesha

Indonesia, sebagai negara dengan kekayaan budaya yang melimpah, memiliki tanggung jawab untuk melestarikan dan mengembangkan warisan budayanya. Salah satu langkah konkret untuk mencapai tujuan ini adalah dengan mengintegrasikan antropologi dalam Kurikulum Merdeka Sekolah Dasar (SD). Dengan cara ini, kita dapat memastikan bahwa generasi muda Indonesia tidak hanya memiliki pengetahuan akademis, tetapi juga pemahaman yang mendalam tentang keberagaman budaya yang menjadi identitas bangsa.

Antropologi sebagai disiplin ilmu mempelajari manusia, kebudayaan, dan masyarakat. Dengan memasukkan antropologi dalam kurikulum SD, kita memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk memahami warisan budaya mereka, memperkaya pengalaman belajar mereka, dan membangun landasan yang kuat untuk pembentukan identitas nasional yang berdaulat budaya.

Antropologi adalah ilmu yang mempelajari manusia dan kebudayaannya secara holistik dan komparatif. Antropologi dapat memberikan wawasan dan pemahaman yang mendalam tentang keragaman dan kesamaan manusia di berbagai konteks sosial, sejarah, dan geografis. Dengan demikian, antropologi dapat menjadi salah satu topik yang penting dan relevan untuk dimasukkan dalam kurikulum merdeka SD.

Kurikulum merdeka yang dicanangkan oleh pemerintah Indonesia sejak tahun 2020 merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan di tanah air. Kurikulum ini memberikan kebebasan kepada sekolah untuk menentukan materi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dan potensi siswa, serta mengurangi beban belajar yang berlebihan. Salah satu materi yang dapat dipilih oleh sekolah adalah antropologi, yaitu ilmu yang mempelajari manusia dan kebudayaannya. Kurikulum merdeka SD adalah salah satu upaya pemerintah untuk memberikan kebebasan dan fleksibilitas kepada sekolah dasar dalam menentukan materi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan, minat, dan potensi siswa. Kurikulum merdeka SD juga bertujuan untuk mengembangkan keterampilan abad 21, seperti berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan komunikatif. Dengan mempelajari antropologi, siswa dapat melatih keterampilan tersebut melalui berbagai kegiatan, seperti observasi, wawancara, diskusi, analisis, dan presentasi.

Pertama-tama, melalui pembelajaran antropologi, anak-anak dapat mengembangkan rasa kebanggaan terhadap keberagaman budaya Indonesia. Mereka akan belajar mengenai adat istiadat, tradisi, seni, dan bahasa yang menjadi bagian integral dari masyarakat Indonesia. Dengan pemahaman ini, anak-anak akan lebih mampu menghargai perbedaan dan meresapi keindahan keberagaman budaya yang dimiliki oleh tanah air mereka.

Selain itu, pengajaran antropologi dapat membantu anak-anak memahami konsep-konsep dasar dalam masyarakat. Mereka akan belajar tentang sistem nilai, norma, dan struktur sosial yang membentuk dasar kehidupan bersama. Pemahaman ini penting dalam membentuk karakter anak-anak dan membantu mereka berinteraksi secara positif dalam masyarakat.

Selanjutnya, melalui antropologi, anak-anak akan diajak untuk menggali sejarah leluhur dan nenek moyang mereka. Mereka akan belajar bagaimana perubahan zaman dan migrasi memengaruhi perkembangan budaya di Indonesia. Dengan memahami sejarah budaya, anak-anak dapat menghargai perjuangan dan pencapaian leluhur mereka, serta merasa terhubung dengan warisan nenek moyang yang menjadi bagian dari identitas mereka.

Pentingnya antropologi dalam kurikulum SD juga terletak pada peranannya dalam membangun toleransi dan kerukunan antarbudaya. Anak-anak akan belajar bahwa perbedaan adalah kekayaan, bukan ancaman. Mereka akan diajak untuk memahami bahwa meskipun memiliki keberagaman budaya, sebagai bangsa Indonesia, kita adalah satu kesatuan yang harus saling mendukung dan menghormati.

Selain itu, melalui pembelajaran antropologi, anak-anak akan diajak untuk mengembangkan keterampilan analisis dan pemecahan masalah. Mereka akan belajar mengamati, memahami, dan merespons perubahan budaya dengan bijaksana. Pemahaman ini akan membantu mereka menjadi generasi yang kreatif, inovatif, dan mampu beradaptasi dengan perubahan global tanpa kehilangan akar budaya mereka.

Berikut adalah beberapa contoh kegiatan pembelajaran antropologi di SD yang dapat dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut seperti kunjungan ke museum atau situs budaya, observasi terhadap masyarakat adat, melakukan wawancara dengan tokoh budaya, mempelajari karya seni budaya dari berbagai suku bangsa dan bisa membuat karya seni budaya sendiri.

Untuk mengintegrasikan antropologi dalam Kurikulum Merdeka SD, diperlukan upaya bersama antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat. Pemerintah perlu menyusun kebijakan yang mendukung implementasi kurikulum ini, lembaga pendidikan perlu mengembangkan materi pembelajaran yang relevan dan menarik, sementara masyarakat dapat berperan aktif dalam mendukung upaya ini.

Dengan mengintegrasikan antropologi dalam Kurikulum Merdeka SD, Indonesia dapat melangkah menuju peradaban yang berdaulat budaya. Anak-anak sebagai agen perubahan akan tumbuh dengan pemahaman mendalam tentang identitas budaya mereka dan menjadi generasi yang dapat menjaga, menghormati, dan memajukan keberagaman budaya Indonesia. Ini bukan hanya tentang memberikan pengetahuan, tetapi juga tentang membentuk karakter dan sikap anak-anak untuk menjadi warga negara yang berbudaya, toleran, dan siap menghadapi tantangan global di masa depan.

Oleh karena itu, saya berpendapat bahwa antropologi adalah topik yang layak dan bermanfaat untuk diajarkan di sekolah dasar. Antropologi dapat memberikan kontribusi positif bagi pembentukan karakter dan kompetensi siswa, serta memperkaya pengalaman belajar mereka. Antropologi juga dapat menjadi salah satu cara untuk mengenalkan dan melestarikan kekayaan budaya Indonesia kepada generasi muda. Antropologi dalam kurikulum merdeka SD adalah sebuah kebutuhan sekaligus kelebihan. Antropologi dapat memberikan kontribusi positif bagi pembentukan karakter dan kompetensi siswa SD sebagai warga negara Indonesia yang berbudaya. Namun, antropologi juga memerlukan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi yang matang agar dapat memberikan manfaat optimal bagi siswa SD.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *