Mengatur Keuangan Sejak Kecil: Investasi Karakter di Masa Depan

Oleh: Ni Kadek Rika Pramudya

Di zaman yang serba modern ini berkreasi tidak hanya untuk orang dewasa, anak kecilpun juga bisa menunjukan ide ide mereka. Sebuah kebiasaan tidak bisa dibentuk semalam melainkan adalah disiplin yang terus diasah. Disiplin bukanlah bawaan melainkan suatu paksaan dengan tujuan tertentu. Seseorang tidak dilahirkan dengan disiplin melainkan disiplin adalah bagaimana individu memaksa dirinya untuk tetap konsisten dalam suatu hal untuk mencapai tujuan tertentu. Dengan disiplin membantu individu meningkatkan kesejahteraan hidup.

Kesejahteraan hidup tidak jauh dengan ekonomi. Karena ekonomi merupakan ilmu yang mempelajari bagaimana mengelola sumber daya yang ada untuk meningkatkan kesejahteraan hidup. Disiplin perlu dilatih sejak kecil sehingga individu akan terbiasa untuk disiplin.

Ilmu ekonomi perlu diajarkan di tingkat sekolah dasar. Dengan sistem yang sesuai dengan usia mereka. Yaitu mengenal apa itu uang, fungsi uang hingga mengelola uang saku. Pentingnya menabung dan menghindari hutang. Juga melatih kreativitas dan inovasi peserta didik untuk mendapat hasil yang berguna.

Hal ini sejalan dengan pepatah yang mengatakan “Hemat panggal kaya” dalam artian bagaimana individu mengatur keuangan mereka untuk kepentingan mereka sendiri. Di tingkat sekolah pepatah ini merujuk pada bagaimana peserta didik mengatur uang saku mereka yang tidak hanya digunakan untuk membeli sesuatu untuk memuaskan keinginan. Melainkan bagaimana peserta didik mengatur uang saku mereka dengan memilah kebutuhan dan keinginan.

Berdasarkan hasil wawancara kebanyakan peserta didik tidak bisa mengatur mana yang merupakan keinginan dan kebutuhan. Masalah yang terlihat sepele namun memiliki dampak yang signifikan. Peserta didik yang mampu mengelola keinginan dan kebutuhan cenderung merupakan orang yang hemat. Mengelola skala prioritas keinginan dan kebutuhan bukan sekedar mengklasifikasikan suatu hal. Melainkan bagaimana peserta didik memanfaatkan uang saku mereka untuk melengkapi kebutuhan mereka, dalam artian mengutamakan kebutuhan mereka dibandingkan keinginan. Kebutuhan menyangkut hal yang harus ada dan akan mengganggu produktivitas jika kebutuhan tidak terpenuhi. Sedangkan keinginan adalah hal yang memuaskan duniawi. Dalam tingkat sekolah dasar ekonomi penting diajarkan agar peserta didik tahu bagaimana individu mengelola sumber daya yang dimiliki tidak hanya untuk bertahan hidup tetapi juga untuk memajukan kualitas hidup. Lebih dari itu ilmu ekonomi yang diajarkan di tingkat sekolah dasar juga mengajarkan untuk kreatif dan mengenal kegiatan kegiatan ekonomi.

Dalam ilmu ekonomi khususnya untuk sekolah dasar bahan ajarnya meliputi fungsi uang, pasar, pengelolaan uang saku, dan belajar menabung. Dalam sub materi pengelolaan uang saku akan dijelaskan bagaimana peserta didik mengelola uang saku mereka. Disini peserta didik diajarkan bagaimana menentukan antara keinginan dan kebutuhan. Pengelolaan uang saku disini bertujuan agar siswa SD sudah mulai memikirkan bagaimana memanfaatkan uang aku mereka sebaik baiknya. Ini menyangkut perilaku siswa agar tidak menghabiskan uang mereka untuk barang yang tidak dibutuhkan. Misalnya membeli mainan atau hal lain yang tidak ada untungnya. 

 Mungkin untuk anak SD hal ini terlihat sepele, perlu diketahui bahwa kebiasaan dan tingkah laku dibentuk sejak dini. Dan sering kali peserta didik yang sudah mulai menginjak masa dewasa terkadang menyesal karena mereka menghabiskan uang mereka pada hal yang kurang dibutuhkan. Mereka kurang bisa menahan nafsu untuk membeli sesuatu atau pergi ke suatu tempat, meskipun sebenarnya terkadang mereka sadar tindakan mereka tersebut bisa merugikan mereka suatu hari nanti. Hal ini kerap terjadi pada siswa SMA maupun mahasiswa, terutama mereka yang keluarganya berada pada kondisi ekonomi menengah kebawah, bahkan siswa/mahasiswa dengan kondisi cukup atau mapanpun hal ini sering terjadi. Bahkan terkadang orang dewasa sekalipun masih sering melakukan kesalahan yang sama. Normalnya siswa/mahasiswa enggan/malu untuk meminta uang tambahan karena ia menghabiskan uangnya untuk hal yang tidak terlalu berguna.

Kejadian ini bisa disebabkan oleh faktor kurangnya kemampuan dalam menentukan skala prioritas antara keinginan dan kebutuhan. Kemampuan ini bukan hal yang mudah untuk diperoleh. Kemampuan ini harus sering dilatih hingga menjadi keperibadian individu itu sendiri. Dari sinilah dapat dilihat mengapa ilmu ekonomi penting di tingkat sekolah dasar (SD) untuk membentuk karakter individu yang mampu mengelola uang saku mereka agar tidak menyesal dikemudian hari. Alasan sub materi pengelolaan uang saku sangat penting ialah karena individu yang sudah terlatih mekalukan suatu hal dan mendapatkan hasilnya cenderung melakukannya lagi. Sehingga peserta didikyang telah mampu mengelola uang sakunya dengan baik cenderung mempertahankan kebiasaan tersebut.

Kata ekonomi memang terdengar cukup rumit, namun dalam tingkat SD merupakan jenjang yang strategis untuk membentuk keperibadian individu. Misalnya sub materi kebutuhan, yang didalamnya terdapat kebutuhan primer, sekunder, dan tersier. Tujuan ilmu ekonomi adalah untuk meningkatkan kesejahteraan hidup. Itulah mengapa didalamnya terdapat pengelolaan uang saku, agar peserta didik sejak dini belajar untuk mengatur keinginan dan kebutuhan mereka. Dalam artian mereka tidak menghabiskan seluruh uang saku mereka untuk hal yang tidak berguna, melainkan sisa uang saku ditabung dan suatu saat uang saku ini bisa dijadikan modal untuk memajukan kualitas hidup.

Cara paling sederhana menentukan suatu hal tegolong keinginan dan kebutuhan ialah dengan mencatat suatu hal terlebih dahulu. Kemudian menggolongkannya apakah tergolong kebutuhan atau keinginan. Maksudnya adalah peserta didik diajak untuk merenungkan kembali hal yang diinginkan tersebut apakah benar benar harus dipenuhi atau hanya sekedar keinginan. Dan bayangkan uang yang digunakan tersebut ditabung sedikit demi sedikit dan nantinya digunakan untuk hal yang lebih baik. Ini untuk mencegah agar peserta didik tidak menyesal dikemudian hari.

Jadi dapat disimpulkan bahwa sangat penting individu memiliki kemampuan mengatur skala prioritas antara keinginan dan kebutuhan.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *