Oleh : Gede Andhika Putra Wiguna, Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Pendidikan Ganesha
Era saat ini adalah era multikulturslisme dimana seluruh masyarakat dituntut untuk saling tergantung dan menanggung nasib secara bersama-sama demi terciptanya perdamaian. Di era globalisasi saat ini menuntut adanya penyikapan secara terbuka terhadap perubahan dalam semua segi kehidupan, baik itu perbedaan, ragam, dan pluralisme budaya. Salah satu bagian penting dari konsekuensi tata kehidupan global yang ditandai kemajemukan etnis, budaya, dan agama tersebut adalah membangun dan menumbuhkan kembali sikap pluralisme dalam masyarakat. Seperti yang kita ketahui bahwa negara kita yaitu negara Indonesia merupakan negara yang multikultural, hal ini dapat kita lihat dari adanya etnis, budaya, agama, suku, ras, dan latar belakang hidup yang berbeda-beda. Multikultural juga dapat diartikan sebagai pandangan yang menunjukkan penerimaan terhadap keragaman, kebhinekaan, dan pluralitas. Dalam latar pendidikan sekolah dasar, penyikapan terhadap perbedaan, ragam, dan pluralisme budaya kini menjadi hal yang penting. Dengan adanya pendidikan multikultural ini dapat membantu menyatukan suatu bangsa yang memiliki berbagai perbedaan seperti budaya, agama, suku, ras, dan adat istiadat secara demokratis.
Menurut pendapat saya, adanya pendidikan multikultural di Indonesia memanglah sangat penting terutama pada jenjang Sekolah Dasar (SD). Pendidikan multikultural adalah proses mengajarkan bagaimana cara hidup untuk menghormati secara tulus, dan toleran dalam keberagaman budaya yang hidup di tengah-tengah masyarakat majemuk. Dengan diberikannya pendidikan multikultural diharapkan menghasilkan kelenturan mental yang berasal dari perbedaan suku, antargolongan, ras dan agama (sara), sehingga persatuan bangsa tidak mudah retak dan terjadinya disintegrasi (perpecahan) bangsa. Pentingnya pendidikan multikultural dilakasanakan disekolah dasar agar peserta didik dapat memahami tentang keberagaman dan cara menghargai sebagai wujud nyata mencintai bangsa Indonesia yang majemuk ini. Dengan adanya pendidikan multikulturalisme ini juga dapat menjadikan generasi muda sebagai agen pencegahan konflik antar golongan, hal ini juga sering dikaitkan dengan adanya gerakan radikalisme yang sering terjadi di Indonesia.
Pendidikan multikulturalisme penting diajarkan sejak dini karena hal ini dapat membantu anak-anak memahami dan menerima keberagaman yang ada di sekitar mereka. Menurut saya, anak-anak perlu diajarkan bahwa perbedaan budaya, agama, suku, ras, dan adat istiadat bukanlah suatu penghalang, melainkan kekayaan yang dimiliki oleh bangsa Indonesia. Dengan mengajarkan nilai-nilai seperti toleransi, empati, dan saling menghormati sejak kecil, kita dapat membantu mereka agar tumbuh menjadi seorang individu yang lebih terbuka dan bisa menghargai orang lain tanpa memandang latar belakang mereka. Selain itu, pendidikan multikultural juga penting untuk membentuk cara berpikir anak-anak agar tidak mudah terpengaruh oleh prasangka yang sering muncul di masyarakat. Mereka diajarkan untuk melihat perbedaan sebagai sesuatu yang wajar dan belajar untuk bekerja sama dengan orang-orang dari berbagai latar belakang. Dengan demikian, mereka tidak hanya siap untuk menghadapi dunia yang penuh keberagaman, tetapi mereka juga dapat berkontribusi pada solusi untuk menciptakan lingkungan yang lebih damai, inklusif, dan harmonis. Mengajarkan multikulturalisme sejak dini bukan hanya membangun karakter seseorang, tetapi juga menanamkan harapan untuk masa depan yang lebih baik bagi semua orang.
Pendidikan multikulturalisme menghasilkan dampak yang signifikan terhadap sikap siswa, terutama dalam memupuk toleransi, empati, dan kompetensi antarbudaya. Pendidikan multikultural memberi dampak secara positif memengaruhi sikap siswa terhadap keberagaman, mereka akan memiliki sikap toleransi dan dapat menghargai keberagaman. Siswa diperkenalkan pada berbagai latar belakang, budaya, dan tradisi melalui pendidikan multikultural. Ini membantu mereka memahami bahwa keberagaman adalah sesuatu yang alami dan kaya, bukan sesuatu yang harus ditakuti atau dihindari. Selain itu, karena adanya keberagaman, siswa juga dapat membangun sikap toleransi terhadap perbedaan. Mereka dapat belajar untuk selalu menghargai dan menghormati latar belakang, keyakinan, dan budaya orang lain tanpa memandangnya sebagai suatu hal yang lebih baik atau lebih rendah. Dengan demikian siswa yang mendapatkan pendidikan multikultural menunjukkan tingkat toleransi, empati, dan penghargaan terhadap perbedaan budaya yang lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang tidak mendapatkan hal tersebut.
Untuk mewujudkan hal tersebut tentunya pendidikan multikultural harus di implementasikan di jenjang sekolah dasar. Implementasi pendidikan multikultural di sekolah dasar dapat dilakukan melalui berbagai hal yang dapat diintegrasikan dalam kegiatan pembelajaran dan kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah. Guru dapat memasukkan materi multikulturalisme ke dalam kurikulum adalah dengan mengenalkan berbagai budaya, bahasa, dan tradisi melalui cerita, lagu, atau permainan yang berasal dari berbagai daerah. Selain itu, kegiatan seperti hari budaya di mana siswa diminta untuk mengenakan pakaian adat atau membawa makanan khas daerah tertentu dapat menjadi cara interaktif untuk merayakan keberagaman. Guru juga dapat menggunakan metode diskusi dan kerja kelompok yang melibatkan siswa dari berbagai latar belakang untuk mendorong kerja sama dan saling menghargai. Menurut saya, implementasi pendidikan multikultural ini juga dapat dilakukan dengan pemberian tugas projek yang di mana siswa diberikan tugas menampilkan suatu pertunjukan yang berkaitan dengan multikulturalisme, seperti penampilan tarian daerah dari berbagai daerah dan lain-lain. Dengan mengadakan ekstra kulikuler yang berkaitan dengan tradisi atau kebudayaan juga menjadi salah satu implementasi pendidikan multikultural yang saat ini mungkin sudah dilakukan di beberapa sekolah. Selain itu, kebijakan yang diatur pada Peraturan Gubernur Bali Nomor 79 Tahun 2018 yang mewajibkan penggunaan pakaian adat Bali pada setiap hari kamis juga merupakan salah satu contoh penerapan pendidikan multikultural.
Dari pemaparan di atas dapat disimpulkan bahwa sangat penting untuk menanamkan pendidikan multikultural sejak dini, terutama di sekolah dasar, untuk membangun generasi muda yang toleran, empati, dan menghargai keberagaman. Pendidikan ini membantu siswa di negara multikultural seperti Indonesia memahami bahwa perbedaan budaya, agama, suku, dan tradisi adalah kekayaan yang harus dihormati daripada dipandang sebagai penghalang. Siswa di didik tentang toleransi dan kerja sama melalui kegiatan budaya, pengintegrasian dalam kurikulum, dan proyek kreatif. Selain itu, kebijakan seperti mengenakan pakaian adat Bali setiap Kamis menjadi contoh nyata bagaimana budaya lokal dapat dihargai dan dilestarikan. Dengan diintegrasikannya pendidikan multikultural dapat memperkuat persatuan dan membentuk generasi muda yang dapat membangun masyarakat yang damai, inklusif, dan harmonis.



