Adaptasi Perempuan Terhadap Perubahan Tubuh dan Identitas

Oleh : Ratna Desi Wulansari, Mahasiswa Universitas Sebelas Maret

Perubahan tubuh dan identitas di sini diartikan sebagai fase dalam kehidupan setiap individu, terutama bagi seorang perempuan yang mengalami berbagai perubahan fisik dan psikologis yang signifikan di sepanjang hidupnya. Begitu pula dengan perubahan identitas, perempuan harus mampu mencari jati diri sehingga mempunyai nilai – nilai dan tujuan hidup yang jelas.

Perubahan fisik yang dialami biasanya mencakup beberapa hal, diantaranya mulai bertumbuhnya tinggi dan berat badan, adanya perubahan aroma kurang sedap dari tubuh, perkembangan ukuran payudara, serta setiap bulannya perempuan harus mengalami menstruasi yang terkadang hormonnya tidak jelas. Perubahan seperti ini yang menyebabkan ketidaknyamanan bagi perempuan yang berbeda dari tubuh ideal yang di visualisasikan di media maya.

Dalam perubahan identitas perempuan akan mencari jati diri dan tujuan hidup yang jelas, mereka mencari apa yang dipercayai, dan bagaimana mereka ingin dipersepsikan oleh orang lain. Maka proses ini bisa dikatakan salah satu sumber stres dan trauma ketika mereka menyesuaikan diri dengan orang lain. Perubahan identitas yang harus diperhatikan antara lain identitas gender, orientasi seksual, dan peran sosial.

·      Identitas gender biasanya sudah ditetapkan sejak lahir, mencakup beberapa spektrum misalnya, menjadi laki – laki, perempuan, transgender (campuran laki – laki dan perempuan) dan di luar biner gender (genderqueer, non-biner, dsb).

·      Oriental seksual merujuk pada ketertarikan emosional , romantis, atau seksual terhadap orang lain. Pada peran ini identitas seseorang sangat penting untuk bisa mempengaruhi hubungan pribadi dan pengalaman sosial mereka.

·      Peran sosial merupakan peran yang merujuk pada perilaku dan sikap yang diharapkan dari orang lain berdasarkan peran yang dilakukan di dalam masyarakat. Peran sosial juga mempengaruhi norma – norma budaya  dan gender, misalnya peran gender tradisional (laki – laki di tetapkan menjadi kuat, dan perempuan harus memiliki sifat lemah lembut), peran gender modern (baik laki – laki maupun perempuan bisa menjadi penyedia atau pengasuh, fleksibel).

Salah satu faktor yang akan mempengaruhi adaptasi perubahan fisik dan identitas yaitu tekanan sosial, yang merupakan faktor penting yang dapat berpengaruh signifikan terhadap remaja perempuan, terutama dalam konteks perubahan tubuh dan identitas mereka. Dalam konteks ini, tekanan sosial dapat berasal dari berbagai sumber, termasuk teman sebaya, media massa, dan budaya di sekitar mereka.

Tekanan dari teman sebaya seringkali membuat tekanan yang tidak sesuai dengan norma – norma sosial. Terkadang teman sebaya akan menunjukkan bahwa adanya strandarisasi kecantikan atau gaya hidup tertentu untuk diterima di suatu kelompok. Misalnya teman sebaya akan menekan untuk mempunyai penampilan isik yang ideal, maka untuk menjadi salah satu bagian dari itu  mereka pun akan mengikuti trend tersebut.

Selain dari teman sebaya, pengaruh media massa termasuk iklan, dan platorm media sosial juga memiliki peran signifikan dalam membentuk persepsi bagi remaja perempuan. Banyak kasus dalam menggambarkan visual media sosial perempuan memiliki tubuh yang idealis dengan berkembangnya zaman dengan AI adanya efek wajah atau penambahan tone kulit, sehingga perempuan merasa tidak puas dengan penampilannya sendiri.

Kecantikan yang tidak realistis tersebut banyak dijadikan standart untuk berkelanjutan. Maka dari itu norma – norma sosial ini menyebabkan kurangnya percaya terhadap diri sendiri, bahkan sampai tidak bersyukur atas yang diberikan Tuhan YME. Standart kecantikan yang sangat sempit ini mungkin memperkuat pandangan negatif terhadap penampilan fisik mereka.

Dalam mengatasi permasalahan tekanan sosial ini, pentingnya kita untuk mengetahui nilai yang ada di dalam diri sendiri dan membangun kepercayaan diri yang positif. Selain itu untuk membantu dalam proses ini, perlu adanya dorongan dari keluarga, teman, dan mungkin membutuhkan psikiater untuk memperkuat rasa harga diri yang kita punya.

Untuk strategi adaptasi dalam mencari dukungan dari keluarga, teman dan pihak profesional yang mengerti kesehatan mental menjadi cara utama dalam adaptasi perubahan isik dan identitas. Mereka akan memberikan dukungan emosional dan informasi yang positif sehingga kita akan mereasa lebih nyaman dan mudah terbantu saat proses adaptasi. Pidak psikiater juga dapat memberikan kita cara mengeksplor dan memahami perasaan diri sendiri untuk mencegah rasa ketidaknyamanan dan cemas yang mungkin akan di alami.

Peran hobi juga sangat berpengaruh dalam strategi adaptasi perubahanisik dan identitas ini. Aktivias fisik seperti olahraga dapat menjadi cara yang efektif untuk meingkatkan kesehatan fisik dan keseimbangan mental. Aktivitas lain seperti seni dan menlis juga salah satu cara supaya kita terasa nyaman saat mengekspresikan perasaan dengan cara yang kreatif serta dapat mengurangi stress yang berlebihan.

Dalam lingkungan yang mendukung pendidikan seks menyediakan informasi yang akurat mengenai anatomi, reproduksi, hubungan interpersonal, serta penggunaan kontrasepsi dan perlindungan penyakit menular seksual harus dipahami agar lebih mudah memahami perubahan yang terjadi pada tubuh. Melalui pendidikan seks dukungan kesehatan mental yang bagus danlebih merasa percaya diri.

Tahap penerimaan dan penghargaan diri ini adalah kunci dari semua proses adaptasi perubahan fisik dan identitas. Contoh positif yang harus dilakukan yaitu merayakan atau biasa di sebut dengan self reward, kita akan merayakan perbedaan dan penerimaan diri untuk perubahan tubuh dengan rasa optimis. Memahami bahwa setiap orang memiliki keunikan yang berbeda – beda dan penting menemukan value atau nilai yang ada di dalam diri.

Namun, dalam proses pasti memiliki tantangan ketidakpastian tentang perubahan tubuh, tetapi terdapat peluang untuk pertumbuhan pengembangan diri, serta mampu mengatasi kesulitan di masa depan. Dalam tantangan dan peluang ini kita harus mengembangkan diri secara positif dengan dukungan yang tepat supaya lebih percaya diri dan optimis dalam menjalankan proses perubahan fisik dan identitas ini.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *