Oleh : Romasta Lasni Limbong, S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Pendidikan Ganesha
Masa usia dini merupakan masa usia emas (golden age) dalam menumbuh segala potensi yang ada pada diri anak. Sebagai pendidik, masa usia emas ini jangan dianggap remeh karena apapun yang didaptakan oleh anak akan direkam anak dalam pikirannya dan diimplementasikan anak dalam kehidupan sehari-harinya. Pendidikan anak usia dini pada dasarnya meliputi seluruh upaya dan tindakan yang dilakukan oleh pendidik dalam proses perawatan, pengasuhan dan pendidikan pada anak dengan menciptakan aura dan lingkungan. Dimana anak dapat mengeksplorasi pengalaman yang memberikan kesempatan kepadanya untuk mengetahui dan memahami pengalaman belajar yang diperolehnya dari lingkungan, melaui cara mengamati, meniru, bereksprimen yang berlangsung secara berulang-ulang dan melibatkan seluruh potensi dan kecerdasan anak. Di tengah kompleksitas kehidupan modern, kemampuan mengelola keuangan menjadi keterampilan yang sangat penting. Sayangnya, pendidikan ekonomi sering kali baru diperkenalkan saat seseorang memasuki jenjang pendidikan menengah atau bahkan perguruan tinggi. Padahal, memperkenalkan konsep dasar uang sejak dini terutama di tingkat sekolah dasar adalah langkah krusial untuk membentuk generasi yang cerdas finansial.
Pemahaman terkait uang merupakan bekal yang sangat penting di dunia pendidikan tak terkecuali pada anak usia dini atau sekolah dasar.Pemahaman keuangan merupakan bekal yang sangat penting untuk mereka miliki ketika memasuki usia produktif pada masa mendatang.literasi keuangan menjadi penting untuk ditanamkan sejak dini karena pengetahuan dan pengalaman keuangan yang ditanamkan akan terinternalisasi dalam diri anak sehingga membentuk karakter dan kebiasaan mengelola keuangan mereka di masa depan sebagai suatu budaya baik, seperti mengenal makna uang, kebiasaan menabung, hingga mendahulukan kebutuhan dari keinginan. Literasi ekonomi merupakan informasi memainkan peranan penting untuk membuat pertimbangan yang cerdas guna memuaskan kebutuhannya. Selain itu, untuk mengolah informasi yang banyak dan cepat dibutuhkan pemahaman terkait dasar dasar pembuatan keputusan ekonomi yang cerdas. Keputusan ekonomi yang cerdas terindikasi dari kemampuan meracik sumber daya yang dimiliki untuk menciptakan benefit. Untuk penciptaan nilai yang terkristalkan dalam perilaku dibutuhkan literasi ekonomi karena pada prinsipnya literasi ekonomi merupakan alat yang berguna untuk mengubah perilaku dari tidak cerdas menjadi cerdas. Sebagaimana memanfaatkan pendapatan untuk menabung, dan tahu bentuk bank, pasar modern, pasar tradisional dan lain sebagainya untuk memenuhi kebutuhan hidup. Membuat keputusan ekonomi yang cerdas adalah suatu pilihan dan pilihan ini memerlukan upaya. Selain upaya maka individu juga perlu memahami syarat-syarat yang tepat guna membuat keputusan ekonomi sehari-hari. Terkait upaya dan persyaratan tersebut maka literasi ekonomi menjadi suatu pilihan yang sebaiknya dimiliki oleh siswa sekolah dasar. Hanya saja pada kenyataannya tidak semua siswa memiliki literasi ekonomi yang memadai guna membuat keputusan yang cerdas. Akibat dari pemahaman literasi ekonomi yang tidak memadai akan tampak dari bagaimana siswa mengalami kesalahan ketika membuat keputusan pembelanjaan dan lain-lainnya. Dalam kegiatan pembelajaran artinya diperlukan penggunaan buku bahan ajar dalam penyampaian pembelajaran yang dapat membantu siswa dalam menunjang proses kegiatan belajar mengajar yang efektif dan efisien.
Anak-anak di usia sekolah dasar mulai mengenal transaksi sederhana, seperti membeli jajanan atau menabung uang saku. Inilah momen tepat untuk menanamkan pemahaman dasar tentang nilai uang, perbedaan antara kebutuhan dan keinginan, serta pentingnya menabung. Ketika anak-anak memahami bahwa uang tidak datang secara instan, tetapi melalui kerja keras dan pengelolaan yang bijak, mereka akan lebih bertanggung jawab dalam penggunaannya.
Lebih jauh, pendidikan ekonomi sejak dini juga dapat menumbuhkan sikap mandiri dan bijaksana dalam mengambil keputusan. Anak tidak hanya belajar menghitung, tetapi juga belajar merencanakan, memprioritaskan, dan memahami dampak dari setiap pilihan finansial yang diambil, meskipun dalam skala kecil. Ini adalah fondasi penting untuk menghadapi tantangan ekonomi yang semakin kompleks di masa depan.
Menurut teori perkembangan psikologi yang dikemukakan oleh Piaget, karakteristik pada anak usia dini berada pada tahap pra operasional. Artinya, paserta didik masih harus diberikan pemahaman-pemahaman mendasar dan mendalam. Oleh karena itu, perlu kiranya guru mengembangkan bahan ajar inovatif yang mampu mempermudah peserta didik dalam memahami materi. Berdasarkan uruian pada latar belakang, maka tujuan dari penelitian pengembangan ini, sebagai berikut. Pertama, untuk menghasilkan bahan ajar yang bertujuan untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif siswa dalam memahami literasi ekonomi. Kedua, untuk mengetahui kualitas pengembangan bahan ajar literasi ekonomi pada siswa sekolah dasar kelas V. Ketiga, untuk mengetahui efektivitas penggunaan bahan ajar literasi ekonomi pada siswa SD kelas V.
Penting pula bagi sekolah dasar untuk menyajikan materi ekonomi dalam bentuk yang menarik dan kontekstual, misalnya melalui permainan simulasi jual beli, proyek menabung bersama, atau kunjungan ke koperasi sekolah. Dengan pendekatan yang menyenangkan, anak-anak tidak merasa terbebani, tetapi justru termotivasi untuk belajar lebih banyak.
Mendidik anak tentang uang bukan berarti mengajarkan mereka menjadi materialistis. Justru sebaliknya, hal ini mendidik mereka agar lebih menghargai usaha, menghindari pemborosan, dan belajar berbagi dengan sesama. Oleh karena itu, memasukkan pelajaran ekonomi dalam kurikulum sekolah dasar bukan hanya penting, tetapi sudah menjadi sebuah urgensi.
Literasi keuangan perlu di ajarkan kepada anak sejak dini, salah satu caranya adalah dengan mengajak anak terjun langsung dalam berbelanja baik dari memilih barang yang akan dibeli, hingga membayar sehingga anak mampu memutuskan dan mengelola keuangan. Dengan ini anak-anakpun akan mengetahui keterampilan dasar sebelum transisi ke dunia nyata.



