Hukum Dagang: Penopang Ekonomi Baru Bangka Belitung

Oleh : Juanda Pratama

Bangka Belitung selama ini dikenal dengan dua komoditas utama: timah dan lada. Namun, kita semua tahu bahwa ketergantungan pada tambang tidak bisa menjadi jaminan masa depan. Kini, pemerintah daerah sedang gencar mendorong pariwisata, kelautan, s  erta UMKM sebagai pilar ekonomi baru. Pertanyaannya, sudahkah hukum kita—khususnya Hukum Dagang—mampu menopang perubahan besar ini?

Realitanya, banyak pelaku UMKM di Bangka Belitung masih bergerak secara tradisional, tanpa perlindungan hukum yang jelas. Produk kuliner khas, kerajinan, hingga jasa wisata sering kali dipasarkan tanpa kontrak yang kuat, tanpa merek dagang yang terdaftar, dan tanpa kepastian perlindungan konsumen. Kondisi ini membuat usaha lokal rawan dimanfaatkan pihak luar yang lebih kuat modal maupun jaringannya. Padahal, dengan aturan dagang yang tegas, UMKM bisa naik kelas sekaligus menjadi wajah baru ekonomi Babel.

Di sisi lain, sektor timah yang masih mendominasi perekonomian justru sering terjebak dalam problem perdagangan ilegal. Kita sering mendengar berita tentang timah yang keluar tanpa prosedur resmi, merugikan negara sekaligus mencoreng nama daerah. Jika Hukum Dagang ditegakkan lebih ketat—mulai dari perizinan, kontrak ekspor, hingga pengawasan distribusi—Bangka Belitung bisa menjaga agar hasil bumi ini benar-benar memberi manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.

Babel juga punya posisi geografis yang sangat strategis, berada di jalur perdagangan internasional. Ini peluang besar untuk menjadikan daerah ini sebagai simpul perdagangan maritim. Namun, peluang itu akan hilang jika para pelaku usaha dan pemerintah daerah masih memandang hukum sebagai sekadar formalitas. Hukum justru harus dilihat sebagai pelindung sekaligus pendorong perdagangan yang sehat dan berkeadilan.

Pada akhirnya, Hukum Dagang bukanlah soal pasal yang rumit. Ia adalah fondasi agar ekonomi Bangka Belitung bisa tumbuh tanpa meninggalkan keadilan bagi rakyat kecil. Dengan menjadikan hukum sebagai sahabat dagang, bukan hambatan, kita bisa memastikan transformasi ekonomi Babel berjalan lebih pasti: dari tambang, menuju pariwisata, perdagangan, dan masa depan yang lebih berkelanjutan.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *