Ketika Nada Menyatukan: Svaranusa dan Semangat Tanpa Batas

Oleh: Haiva Nur Aziza

Gelaran konser tahunan bertajuk “Svaranusa” yang diadakan oleh Paduan Suara Mahasiswa Grandio Sonora Tidar (PSM GST) Universitas Tidar pada Sabtu, 14 Juni 2025 lalu, menjadi bukti bahwa semangat dan harmoni tak pernah padam, meski dibatasi ruang dan waktu. Bertempat di Gedung Dr.H.R. Suparsono (GKU) Universitas Tidar, konser ini berlangsung pada siang hari dengan open gate dimulai pukul 12.30 WIB.

Nama “Svaranusa” sendiri berasal dari bahasa Sanskerta, yang terdiri dari kata “svara” (suara/nada) dan “nusantara” (kepulauan). Nama ini menjadi simbol dari keberagaman suara dan budaya yang berpadu dalam kesatuan sebuah filosofi yang diwujudkan dalam setiap nada yang dinyanyikan oleh lebih dari 50 anggota GST dalam konser tersebut. Sebanyak lima belas lagu dibawakan dengan berbagai aransemen, menjangkau ragam nuansa dari daerah hingga kontemporer, membuat penonton tak sekadar menonton, melainkan turut mengalami perjalanan musikal yang berlapis emosi.

Sebagai ketua umum PSM GST sekaligus penulis, saya menyaksikan langsung bahwa konser ini mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Salah satu bentuk peningkatan yang paling mencolok adalah kemandirian yang ditunjukkan oleh seluruh tim. Pada konser ini, seluruh elemen musical mulai dari pemusik, penyanyi, hingga konduktor berasal sepenuhnya dari anggota aktif PSM GST, tanpa melibatkan pelatih atau orang eksternal. Hal ini terjadi karena saat ini PSM GST tengah mengalami kekosongan pelatih. Namun kondisi tersebut justru menjadi titik balik, di mana para anggota menunjukkan kedewasaan musikal dan kekompakan luar biasa untuk tetap menampilkan konser dengan sebaik-baiknya.

Tentu, tidak ada perhelatan yang sepenuhnya sempurna. Konser Svaranusa kali ini mengalami sedikit penurunan jumlah penonton jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Hal ini disebabkan oleh dua faktor utama: promosi tiket yang terbatas dan perubahan waktu konser menjadi siang hari. Tradisi konser malam yang selama ini menjadi ciri khas dan momentum puncak bagi PSM GST terpaksa ditinggalkan karena pembatasan jam penggunaan gedung pada akhir pekan. Akibatnya, nuansa megah dan sakral yang biasanya menyelimuti konser malam sedikit banyak berkurang. Ini menjadi refleksi penting bagi kami ke depannya: bagaimana menyiasati keterbatasan tanpa mengorbankan esensi.

Namun di balik keterbatasan itu, Svaranusa tetap berhasil menunjukkan kekuatan kolaborasi, dedikasi, dan semangat kebudayaan. Harapannya, konser ini tidak hanya menjadi ajang tahunan semata, tetapi juga menjadi panggung yang memperkenalkan GST ke hadapan publik yang lebih luas karena harmoni yang lahir dari keberagaman patut untuk terus didengar. Bersama PSM Grandio Sonora Tidar, we can do it!

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *