Kurangnya Minat dan Pemahaman Siswa Terhadap Ekonomi dalam IPAS SD

Oleh : I Komang Suta Agus Wijaya, Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Pedidikan Ganesha, sutaaguswijaya@gmail.com

Abstrak

Mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di tingkat Sekolah Dasar bertujuan untuk menggabungkan pemahaman siswa tentang fenomena alam dan sosial, termasuk pengenalan konsep ekonomi dasar. Namun, masih banyak siswa yang menunjukkan minat dan pemahaman yang rendah terhadap materi ekonomi. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan menghimpun berbagai referensi dari buku, jurnal, dan artikel untuk mengkaji faktor penyebab dan merumuskan solusi atas permasalahan tersebut. Temuan penelitian menunjukkan bahwa rendahnya minat siswa dipengaruhi oleh metode pengajaran yang kurang variatif, materi yang terasa abstrak, serta lemahnya keterkaitan antara teori ekonomi dengan kehidupan sehari-hari. Selain itu, faktor lingkungan belajar juga turut memengaruhi minat siswa. Sebagai solusi, disarankan penerapan pendekatan kontekstual, penggunaan metode pembelajaran aktif, pemanfaatan media interaktif, serta melibatkan orang tua dan komunitas dalam kegiatan ekonomi sederhana. Dengan penerapan strategi tersebut, diharapkan minat dan pemahaman siswa terhadap konsep ekonomi dalam IPAS dapat meningkat sehingga memperkuat literasi ekonomi sejak dini.

Kata kunci : Minat dan Pemahaman Ekonomi Siswa SD

I. PENDAHULUAN

Pembelajaran IPAS merupakan pembelajaran perpaduan antara mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan juga Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), Kerangka IPAS menggabungkan studi ilmu-ilmu alam dengan ilmu-ilmu sosial untuk memberikan pemahaman ini kepada siswa.. Sehingga dapat dipahami bahwa kajian IPAS membahas mengenai lingkungan sekitar yang meliputi fenomenafenomena yang terjadi di sekitar manusia, alam semesta dan kaitannya dengan kehidupan sosial. Pendidikan memiliki peran penting dalam membentuk wawasan dan karakter anak sejak usia dini. Dalam implementasi Kurikulum Merdeka, pemerintah memperkenalkan mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di tingkat Sekolah Dasar (SD), yang menggabungkan berbagai bidang ilmu, termasuk konsep dasar ekonomi. Materi ekonomi dalam IPAS bertujuan untuk mengenalkan siswa pada realitas kehidupan, seperti kegiatan jual beli, kebutuhan sehari-hari, serta pentingnya mengelola sumber daya secara bijak.

Minat merupakan keinginan yang kuat disertai dengan usaha-usaha seseorang untuk membaca. Orang yang memiliki minat membaca yang kuat akan mewujudkannya dalam kerelaan agar selalu mendapatkan bahan bacaan kemudian akan membacanya atas keinginan sendiri maupun dorongan orang lain. Minat baca dalam hal ini dapat diartikan sebagai sebuah keinginan kuat dari seseorang untuk memperoleh informasi dari membaca  Meski demikian, dalam praktiknya, banyak siswa menunjukkan minat yang rendah dan kesulitan dalam memahami materi ekonomi. Topik ini sering dianggap membingungkan, kurang menarik, atau tidak berkaitan langsung dengan pengalaman mereka. Akibatnya, siswa cenderung kurang aktif dalam proses pembelajaran dan mengalami kesulitan dalam menerapkan konsep-konsep ekonomi dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini menjadi tantangan bagi para pendidik dalam menyampaikan materi agar lebih relevan dan mudah dimengerti.

Minimnya minat dan pemahaman terhadap ekonomi pada jenjang sekolah dasar dapat memengaruhi kemampuan literasi ekonomi anak di masa depan. Oleh sebab itu, diperlukan kajian mendalam untuk mengidentifikasi penyebab utama dari permasalahan ini, serta merumuskan strategi yang efektif guna meningkatkan kualitas pembelajaran ekonomi dalam mata pelajaran IPAS.

II. METODE PENELITIAN

Penelitian ini menggunakan pendekatan studi pustaka, yaitu mengumpulkan referensi tentang teori permasalahan ekonomi dalam ipas sd dan pembelajaran untuk ditarik benang merahnya agar mendapatkan intisarinya. Pengumpulan data dilakukan dengan cara mencari dari sumber fisik berupa buku maupun jurnal yang dicetak, maupun sumber online, yaitu dari sumber internet yang dapat diakses dengan bebas. Data yang dikumpulkan berupa kualitatif, yaitu pernyataan kalimat maupun hasil penelitian yang ditulis oleh pengarang untuk dijadikan data penelitian tentang teori permasalahan pembelajaran ekonomi dalam ipas sd. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan Reduksi data yaitu memilah-milah data yang penting untuk lanjut dianalisis ke tahap display data. Selanjutnya data disajikan berupa uraian singkat, selanjutnya dilakukan dengan penarikan kesimpulan.

III. HASIL DAN PEMBAHASAN

Kurangnya Minat Siswa Terhadap Ekonomi

Pelajaran IPAS (Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial) di tingkat Sekolah Dasar bertujuan memperkenalkan siswa pada konsep dasar tentang alam dan masyarakat, termasuk aspek ekonomi. Namun, pada praktiknya, banyak siswa menunjukkan minat yang rendah terhadap materi ekonomi dalam IPAS. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor seperti pendekatan pengajaran yang kurang menarik, materi yang dianggap abstrak, serta kurangnya penghubungan antara konsep ekonomi dengan kehidupan nyata siswa.

Minimnya minat ini menyebabkan pemahaman siswa terhadap prinsip-prinsip ekonomi dasar seperti kebutuhan, keinginan, produksi, konsumsi, dan distribusi menjadi sangat terbatas. Padahal, pemahaman ekonomi sejak dini penting untuk membangun keterampilan berpikir kritis, pengelolaan sumber daya, dan pengambilan keputusan dalam kehidupan sehari-hari.

Untuk mengatasi hal ini, penting bagi guru untuk menerapkan metode pembelajaran yang lebih kreatif, kontekstual, dan berpusat pada siswa. Misalnya dengan melakukan simulasi pasar, permainan jual beli, studi kasus sederhana, atau proyek-proyek berbasis ekonomi kecil-kecilan. Selain itu, perlu juga didukung dengan media belajar yang lebih menarik dan penguatan pelatihan guru dalam mengajarkan ekonomi di jenjang dasar. Minat siswa terhadap materi ekonomi dalam pelajaran IPAS SD sering kali masih rendah. Banyak siswa yang merasa bahwa konsep-konsep ekonomi seperti kebutuhan, keinginan, produksi, konsumsi, hingga distribusi terlalu abstrak dan tidak relevan dengan pengalaman mereka sehari-hari. Hal ini menyebabkan ketidakantusiasan dalam proses belajar serta rendahnya tingkat pemahaman.

Menurut Wibowo (2021), minat belajar siswa sangat dipengaruhi oleh bagaimana guru mengemas materi pembelajaran. Jika penyampaian materi kurang menarik dan metode yang digunakan monoton, siswa cenderung cepat bosan dan tidak fokus. Dalam konteks ekonomi di IPAS SD, kurangnya penggunaan pendekatan kontekstual membuat siswa sulit menghubungkan teori dengan praktik nyata.

Selain itu, studi oleh Rahmawati (2020) menunjukkan bahwa siswa SD lebih mudah memahami konsep ekonomi melalui aktivitas praktik seperti simulasi pasar, permainan jual beli, atau projek sederhana yang melibatkan proses produksi dan konsumsi. Pendekatan seperti ini tidak hanya meningkatkan minat siswa, tetapi juga memperdalam pemahaman mereka terhadap prinsip ekonomi dasar.

Pengaruh Lingkungan Belajar terhadap Minat Belajar Ekonomi Siswa Berdasarkan hasil refrensi yang di temukan di artikel bahwa lingkungan belajar berada pada kategori tinggi. Sehingga dapat disimpulkan bahwa semakin baik lingkungan belajar siswa maka semakin baik pula minat belajar siswa khususnya pada mata pelajaran ekonomi. Hal tersebut sesuai dengan teori bahwa lingkungan belajar memberikan pengaruh terhadap minat belajar siswa dan mendukung penelitian sebelumnya yang telah dilakukan oleh Andriana (2017) bahwa lingkungan belajar berpengaruh terhadap minat belajar siswa.

Tantangan yang dihadapi umat manusia kian bertambah dari waktu ke waktu. Permasalahan yang dihadapi saat ini tidak lagi sama dengan permasalahan yang dihadapi satu dekade atau bahkan satu abad yang lalu. Ilmu pengetahuan dan teknologi terus dikembangkan untuk menyelesaikan setiap tantangan yang dihadapi. Oleh karena itu, pola pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) perlu disesuaikan agar generasi muda dapat menjawab dan menyelesaikan tantangan-tantangan yang dihadapi di masa yang akan dating.Selain itu Kesulitan mempelajari IPAS meliputi kesulitan IPAS dan bahasa asing. Tidak jarang beberapa materi IPAS menyertakan bahasa asing. Banyaknya penggunaan terminologi ilmiah dan bahasa asing seringkali menyulitkan siswa dalam mempelajari sains. Siswa kesulitan dalam mata pelajaran IPAS karena banyak istilah ilmiah yang sulit diingat dan konsep yang sulit dipahami

Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) adalah ilmu pengetahuan yang mengkaji tentang makhluk hidup dan benda mati di alam semesta serta interaksinya, dan mengkaji kehidupan manusia sebagai individu sekaligus sebagai makhluk sosial yang berinteraksi dengan lingkungannya. Secara umum, ilmu pengetahuan diartikan sebagai gabungan berbagai pengetahuan yang disusun secara logis dan bersistem dengan memperhitungkan sebab dan akibat.

Penggunaan media pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan keinginan dan minat yang baru, membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar, dan bahkan membawa pengaruh-pengaruh psikologis terhadap siswa, karena penggunaan media pembelajaran pada tahap orientasi pembelajaran akan sangat membantu keefektifan proses pembelajaran dan penyampaian pesan dan isi pelajaran pada saat itu. Selain membangkitkan motivasi dan minat siswa, media pembelajaran juga dapat membantu siswa meningkatkan pemahaman, menyajikan data dengan menarik dan terpercaya, memudahkan penafsiran data, dan memadatkan informasi.

Solusi dan Rekomendasi

Untuk meningkatkan minat siswa, guru dianjurkan menggunakan metode pembelajaran berbasis aktivitas (activity-based learning), memperbanyak contoh konkret, serta memanfaatkan media visual dan teknologi. Pelibatan orang tua dan komunitas lokal dalam projek ekonomi sederhana di sekolah juga menjadi strategi efektif untuk menumbuhkan minat dan rasa ingin tahu siswa terhadap ekonomi.

Dengan pendekatan yang lebih inovatif dan kontekstual, diharapkan siswa dapat melihat bahwa ekonomi bukanlah konsep yang rumit, melainkan bagian dari kehidupan sehari-hari mereka yang menarik untuk dipelajari dan dipahami.

Media pembelajaran interaktif merupakan salah satu media pembelajaran yang mampu menunjang kegiatan pembelajaran dengan tampilan yang menarik mengandung interaksi atau keterlibatan guru dan siswa sebagai pengguna sehingga dapat membantu siswa antusias dalam memahami materi ajar. Keuntungan dari media pembelajaran interaktif terkait penyampaian dan penerimaan informasi, yaitu bersifat lebih komunikatif karena informasinya menggunakan gambar, teks, video, audio dan animasi menarik sehingga lebih mudah dipahami oleh pengguna dibandingkan dengan informasi yang dibuat dengan cara lain

Berdasarkan pembahasan, media pembelajaran interaktif berbasis kontekstual dapat membantu siswa dalam belajar sehingga dapat Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan,membantu meningkatkan hasil belajar siswa. Kelebihan media pembelajaran interaktif berbasis kontekstual ini memiliki tampilan yang menarik dan sangat sesuai dengan karakter siswa sekolah dasar. Sehingga pembelajaran tidak membosankan. media pembelajaran interaktif berbasis kontekstual ini dapat digunakan tanpa menggunakan kuota sehingga mempermudah siswa dalam menggunakan. Namun media pembelajaran interaktif berbasis kontekstual ini hanya mengembangkan pada satu topik pembelajaran yaitu materi jenis-jenis usaha dan kegiatan ekonomi di Indonesia

Selain itu solusi untuk mengatasi kurangnya minat siswa terhadap pelajaran ekonomi dalam IPAS SD yaitu dengan menerapkan pendekatan kontekstual. Pendekatan ini menekankan pentingnya mengaitkan materi pelajaran dengan pengalaman nyata siswa dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, ketika mengajarkan konsep “kebutuhan dan keinginan”, guru dapat mengajak siswa berdiskusi mengenai apa yang biasa mereka beli di kantin atau pasar. Kegiatan seperti ini membuat siswa merasa bahwa materi ekonomi bukan sesuatu yang asing, melainkan bagian dari aktivitas mereka sehari-hari. Selain itu, guru dapat melakukan simulasi pasar mini di dalam kelas, di mana siswa berperan sebagai pedagang dan pembeli, sehingga mereka dapat merasakan secara langsung bagaimana transaksi ekonomi terjadi. Melalui kegiatan berbasis pengalaman nyata ini, siswa lebih mudah memahami konsep ekonomi dan merasa bahwa pembelajaran menjadi lebih menarik dan relevan. Pendekatan kontekstual ini terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman dan minat siswa terhadap pelajaran ekonomi (Rahmawati, 2020).

Ada juga Solusi dengan menerapkan metode pembelajaran aktif dan kreatif. Banyak siswa SD merasa bosan ketika pembelajaran hanya dilakukan melalui ceramah atau membaca buku teks semata. Oleh karena itu, guru perlu mengubah metode pembelajaran menjadi lebih interaktif dan melibatkan siswa secara aktif. Salah satu caranya adalah dengan menggunakan permainan peran (role-play) yang berkaitan dengan kegiatan ekonomi sederhana, seperti menjadi penjual dan pembeli. Guru juga dapat mengadakan diskusi kelompok kecil tentang bagaimana mengatur uang jajan atau membuat anggaran belanja sederhana, sehingga siswa bisa berlatih berpikir kritis dan membuat keputusan ekonomi. Selain itu, penggunaan media pembelajaran yang menarik seperti video animasi, poster interaktif, atau aplikasi berbasis game tentang ekonomi juga sangat membantu meningkatkan minat belajar siswa. Dengan cara ini, proses pembelajaran menjadi lebih hidup, menyenangkan, dan membuat siswa merasa terlibat secara emosional maupun intelektual dalam pelajaran. Penerapan metode pembelajaran aktif terbukti mampu meningkatkan motivasi belajar dan pemahaman siswa secara signifikan (Sanjaya, 2016).

Kesimpulan

Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di jenjang Sekolah Dasar memiliki peranan penting dalam membantu siswa memahami dunia alam, sosial, serta konsep dasar ekonomi. Namun, banyak siswa yang masih menunjukkan ketertarikan rendah dan kesulitan dalam memahami materi ekonomi karena dianggap sulit, kurang relevan dengan kehidupan sehari-hari, dan disampaikan dengan cara yang kurang menarik. Penyebab utama dari masalah ini meliputi pendekatan pembelajaran yang kurang variatif, lingkungan belajar yang kurang mendukung, dan terbatasnya penggunaan media pembelajaran yang efektif.

Untuk mengatasi tantangan ini, diperlukan penerapan metode pengajaran yang inovatif, menyenangkan, dan berbasis pengalaman nyata siswa. Strategi seperti simulasi pasar, permainan peran, penggunaan media pembelajaran interaktif, serta keterlibatan keluarga dan komunitas dalam kegiatan ekonomi sederhana dinilai mampu meningkatkan minat dan pemahaman siswa. Pendekatan kontekstual yang menghubungkan materi dengan aktivitas sehari-hari siswa juga membuat pembelajaran terasa lebih dekat dan menarik. Dengan strategi ini, diharapkan siswa dapat lebih memahami konsep ekonomi dan memiliki kemampuan literasi ekonomi yang lebih baik untuk bekal kehidupan mereka ke depan.

Daftar Pustaka

Septiana, A. N., & Winangun, I. M. A. (2023). Analisis Kritis Materi IPS dalam Pembelajaran IPAS Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar. Widyaguna: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar1(1), 43-54.

Larayba, L., Pujani, N. M., & Priyanka, L. M. (2022). Analisis minat baca siswa pada materi IPA. Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran IPA Indonesia12(1), 30-37.

Ramadhani, D. (2018). Pengaruh Interaksi Guru—Siswa Dan Lingkungan Belajar Terhadap Minat Belajar Ekonomi Siswa. Jurnal Pendidikan Dan Ekonomi7(6), 524-532.

Lestari, R., Jasiah, J., Rizal, S. U., & Syar, N. I. (2023). Pengembangan Media Berbasis Video pada Pembelajaran IPAS Materi Permasalahan Lingkungan di Kelas V SD. Jurnal Holistika7(1), 34-43.

Isa, S. F. P., & Rustini, T. (2023). Pengaruh Media pada pembelajaran ips di sd. Harmony: Jurnal Pembelajaran IPS Dan PKN8(1), 24-29.

Ilham, I., Pujiarti, T., Ramadhan, S., & Wulan, W. (2024). Analisis Kesulitan Siswa dalam Pembelajaran IPAS di SDN 27 Dompu. Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Indonesia (JPPI)4(3), 919-929.

Wibowo, A. (2021). Pengaruh Metode Pembelajaran Terhadap Minat Belajar Siswa. Jakarta: Edupress.

Rahmawati, D. (2020). Pendekatan Kontekstual dalam Pembelajaran Ekonomi di Sekolah Dasar. Bandung: Alfabeta.

Cahyani, N. M. S., & Suniasih, N. W. (2022). Media Pembelajaran Interaktif Berbasis Kontekstual pada Materi Jenis-Jenis Usaha dan Kegiatan Ekonomi di Indonesia Muatan IPS Kelas V SD. Jurnal Penelitian Dan Pengembangan Pendidikan6(1), 1-11.

Rahmawati, D. (2020). Pendekatan Kontekstual dalam Pembelajaran Ekonomi di Sekolah Dasar. Bandung: Alfabeta.

Sanjaya, W. (2016). Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *