Oleh : Gilang Raka Aspriyanto, Jl. Sawah Besar 07 Rt06 Rw04. Kaligawe. Gayamsari
Di era modern ini kita bisa melihat berita entah tentang politik, ekonomi, dan lain sebagainya. Tapi kita juga pernah melihat atau menemukan berita yang memberi info ataupun disekitaran kita bagaimana setiap anak anak berperilaku entah itu buruk maupun baik, tapi pernahkah kita berpikir sejenak dan refleksi tentang pola asuh orang tua yang memberi efek ke kita maupun kepada seorang anak. Dalam kehidupan kita pastinya kita diasuh oleh orang tua kita pernah kena omel, marah, dibentak maupun entah hal yang mengenai fisik.
Pastinya hal ini membuat kita memendam dendam atau emosi kita terhadap orang tua kita, masalah ini selalu terjadi kepada siapapun, hal ini membuat saya mempertanyakan apakah ini pola asuh atau cara mendidik ini memberi dampak signifikan entah baik maupun buruk pada diri kita. Coba berpikir sejenak kita pernah berpikir jika suatu saat kita mengasuh anak kita sendiri pastinya kita tidak ingin melakukan kekerasan fisik tapi terkadang kita harus melakukannya untuk mendisiplinkan anak, dalam beberapa kasus mendisiplin anak dengan kekerasan dapat memberi mereka trauma hingga dewasa tapi dalam suatu kasus ini membantu anak mengetahui tidak semua hal sesuai yang mereka mau entah karena kondisi ekonomi maupun kebutuhan lain.
Mungkin agak berlebihan tapi mari kita cari perbedaan gentle/soft parenting vs strict/harsh parenting.
Gentle/soft parenting adalah pendekatan pengasuhan yang menekankan empati, rasa hormat, komunikasi, dan pengertian alih-alih hukuman atau control yang ketat. Fokusnya adalah membimbing anak melalui disiplin positif dan hubungan emosional, bukan rasa takut dan tekanan
Sementara pola asuh yang keras/harsh mengacu pada gaya pengasuhan yang menerapkan disiplin yang kuat, ekspetasi yang tinggi, dan control yang ketat terhadap perilaku anak, seringkali dengan kehangatan atau fleksibilitas emotional yang terbatas. Pola asuh ini bertujuan untuk menegakkan kepatuhan, rasa hormat, dan tanggung jawab, tetapi terkadang bisa kaku atau menghukum.
Perbedaanya ada pada bagaimana kedua style parenting ini bisa mempengaruhi anak dalam hal ini soft parenting membuat anak merasa semua yang mereka mau akan dipenuhi jika mereka menangis ataupun tantrum karena mereka tahu orang tua mereka tidak akan marah ataupun melakukan kekerasan. Sementara itu harsh parenting mereka mungkin melakukan kekeraan fisik, memarahi untuk mendisiplinkan anak, mungkin bagi beberapa ini berlebihan ataupun keterlaluan tapi disisi lain hal ini membuat anak mengetahui tidak semua hal akan dituruti karena Ketika mereka tantum atau marah kepada orang tua mereka, mereka akan mendapat hukuman hal ini akan menempel atau melekat pada anak tersebut dikarenakan hukuman membuat anak mengingat jika apa yang mereka lakukan salah atau tidak baik.
Dalam dua perbedaan parenting memberi dampak masing masing, tapi tidak semua anak sama meskipun menggunakan gentle parenting maupun harsh parenting style jadi ini juga bagaimana seorang orang tua mengurus anak karena pola asuh dapat mempengaruhi pola piker, mentalitas anak.




