Oleh : Furqonia Masyitoh Azzahra, Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial, Hukum, dan Ilmu Politik, Universitas Negeri Yogyakarta
Pengelolaan sampah telah menjadi isu global yang tak terhindarkan, hal tersebut berdampak langsung pada kesehatan, produktivitas, dan kebersihan masyarakat di seluruh penjuru dunia. Keputusan individu dan kebijakan pemerintah terkait konsumsi dan pengelolaan sampah berakibat pada pencemaran lingkungan hingga ancaman kesehatan masyarakat. Berdasarkan laporan dari World Bank yang mengutamakan urgensi permasalahan ini, pengelolaan sampah yang buruk yang terus meningkat seiring dengan perkembangan sosial serta ekonomi memiliki dampak yang buruk.
Sampah yang tidak terkelola dengan baik akan menjadi ancaman bagi lingkungan seperti pencemaran air laut yang dapat mempengaruhi ekosistem, saluran air menjadi tersumbat yang dapat memicu banjir, hingga penyakit menular yang mudah menyebar melalui bakteri dan virus yang berkembang biak di tumpukan sampah. Selin, yang merupakan partikel berbahaya dari pembakaran sampah dapat memperburuk masalah pernapasan, di sisi lain hewan liar juga dapat menjadi korban akibat mengonsumsi sampah yang tentunya tidak mereka sadari. Lebih jauh lagi, sektor ekonomi seperti pariwisata juga turut terdampak akibat citra lingkungan yang buruk.
Seiring dengan kemajuan suatu negara, proses pengelolaan sampah juga mengalami perubahan. Dengan meningkatnya jumlah penduduk, bertambah pula angka kesejahteraan dan pola hidup konsumtif yang berkontribusi pada peningkatan produksi sampah per kapita. Kepadatan penduduk yang tinggi di perkotaan juga memperumit tantangan dalam pengumpulan, pengolahan, dan penyediaan lahan untuk pembuangan sampah. Yang tak kalah penting, pengelolaan sampah perkotaan merupakan beban anggaran yang signifikan bagi banyak pemerintah daerah. Kerumitan ini semakin meningkat dengan adanya berbagai aspek yang perlu dipertimbangkan, mulai dari biaya operasional, potensi pendapatan dari pengelolaan limbah, peraturan yang berlaku, hingga upaya komunikasi pada publik yang efektif.
Solusi pengelolaan sampah yang efektif biasanya merupakan kombinasi dari berbagai aspek, termasuk teknologi, kebijakan pemerintah, pendidikan, dan partisipasi masyarakat. Pemanfaatan teknologi pengolahan sampah yang ramah lingkungan dapat dipilih sebagai salah satu sarana yang dapat digunakan untuk mengurangi penumpukan sampah. Sebagai contoh yaitu, pembuatan ecobrick yang berasal dari sampah plastik, biodigester yang menguraikan limbah organik secara anaerobik untuk menghasilkan biogas sebagai sumber energi alternatif, teknologi komposter yang bekerja dengan cara mengolah limbah organik menjadi pupuk kompos melalui proses pengomposan, hingga pengolahan limbah elektronik untuk mendaur ulang limbah elektronik dengan mengekstrak logam berharga dan komponen lainnya melalui cara yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
Dalam hal ini, pemerintah juga harus turut andil dalam pengelolaan sampah melalui kebijakan-kebijakan yang berkelanjutan. Pemerintah Indonesia telah mengimplementasikan berbagai kebijakan dan metode untuk mengelola sampah. Kebijakan yang diambil meliputi peningkatan infrastruktur pengelolaan sampah, promosi praktik 3R, dan pengembangan model ekonomi sirkular. Selain itu, perlunya pendidikan yang mengajarkan anak-anak tentang pengelolaan sampah, untuk membangun kesadaran dan tanggung jawab serta dampak positifnya terhadap masa depan bumi. Selain melalui pendidikan di sekolah, masyarakat juga perlu didorong untuk lebih peduli terhadap lingkungan dan terlibat dalam praktik pengelolaan sampah yang lebih baik melalui pelatihan dan sosialisasi pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola sampah dengan bijak. Hal tersebut bisa diawali dengan langkah mudah seperti pemilahan sampah berdasarkan jenisnya, pemahaman tentang pentingnya pengurangan sampah dengan tidak menggunakan produk sekali pakai, hingga daur ulang dan pembuatan kompos dari sampah rumah tangga. Dengan melibatkan masyarakat setempat dalam proses pengelolaan sampah, contohnya seperti program bank sampah dan komposter, hal ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran serta partisipasi masyarakat dalam mengelola sampah secara bertanggung jawab.
Kesimpulannya, pengelolaan sampah adalah masalah global yang memerlukan perhatian dan tindakan segera di semua tingkatan masyarakat. Peningkatan kesadaran, kebijakan yang tepat, serta investasi dalam infrastruktur dan teknologi pengelolaan sampah yang berkelanjutan menjadi kunci untuk mengatasi tantangan ini sehingga dapat menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan bersih bagi generasi mendatang. Pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya untuk mewujudkan pengelolaan limbah yang efektif dan efisien.
Referensi
Kaza, Silpa., Yao, Lisa C., Bhada-Tata, Perinaz., Van Woerden, Frank. (2018). What a Waste 2.0: A Global Snapshot of Solid Waste Management to 2050. Urban Development; ©Washington, DC: World Bank. http://hdl.handle.net/10986/30317



